Rabu, 03 Agustus 2016

Gadis yang Memesan Neraka Jahanam

Pada suatu hari, tersebutlah seorang gadis yang sudah terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah minibus menuju sebuah tujuan di wilayah Iskandariah. Sayangnya meskipun tinggal di bumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat mencolok. 

Bajunya yang tipis dan seksi hampir memperlihatkan aurat yang seharusnya disembunyikan bagi seorang perempuan dari pandangan pria atau mahramnya. Gadis itu berumur dikisaran usia 20 tahun. Melihat ada gadis yang berpakaian tidak semestinya tersebut, seorang tua yang telah dipenuhi dengan uban segera menegur gadis tersebut: 

 ”Wahai pemudi! Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama kamu, itu lebih baik dari kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi korban pandangan liar kaum pria…. ” Orang tua tersebut memberikan nasihat. 

Namun, saran kebaikan yang sangat berkaitan dengan untuk menjalankan tuntutan agama itu dijawab oleh gadis itu dengan jawaban yang mengejek: ”Siapa kamu hai orang tua? Apakah kamu mencoba mengingatkan aku supaya menutup aurat sepenuhnya sedangkan tua kandungku sendiri tidak pernah menasihatiku? Apakah kamu ingin aku berpakaian menutup aurat sedangkan aku masih ingin bebas menayangkan tubuhku didepan umum? Apakah ditangan kamu ada kunci syurga? Atau apakah kamu memiliki semacam kekuatan yang menentukan aku bakal berada di surga atau neraka?“ 

Setelah menghamburkan kata–kata yang sangat mengiris perasaan orang tua itu, gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak cukup hanya itu, si gadis lantas mencoba memberikan ponselnya kepada orang tua tadi sambil melafazkan kata–kata yang lebih dahsyat. ”Jika ISLAM itu BENAR, tempatkan rumahku di Neraka. Pegang handphoneku ini dan hubungilah Allah serta tolong pesankan sebuah kamar di neraka jahanam untukku” katanya lagi lantas tertawa meledek tanpa mengetahui bahwa dia sedang mempermainkan hukum Allah dengan begitu biadab. 

Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawaban dari si gadis manis. Sayang sekali wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk. Penumpang–penumpang yang lain turut terdiam bahkan ada yang menggelengkan kepala kebingungan. 

Semua penumpang yang berada didalam bus tidak menghiraukan gadis muda yang tidak menghormati hukum–hukum agama itu dan mereka tidak ingin menasehatinya karena khawatir dia akan akan menghina agama dengan lebih parah lagi. 

Sepuluh menit kemudian bus pun tiba di halte pemberhentian terakhir. Gadis seksi bermulut pedas tersebut masih tertidur didepan pintu bus. Sang sopir bus termasuk para penumpang yang lain berusaha membangunkannya tapi gadis tersebut tidak sadarkan diri. 

Tiba-tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggeleng. Gadis itu telah kembali menemui Tuhannya dalam keadaan yang tidak disangka-sangka. Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu. 

Dalam suasana kalang kabut itu, tiba-tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang banyak segera berkejar untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah–olah dibakar api. Dua sampai tiga orang yang mencoba mengangkat mayat tersebut juga keheranan karena tangan mereka terasa panas dan hampir terbakar ketika menyentuh tubuh si mayat. Akhirnya mereka memanggil pihak keamanan untuk membawa mayat itu.